Kisah Refugees Diangkat dalam Pameran GNI

SIAR.Com, Jakarta – Art for Refuge (AFR) berkolaborasi dengan Alia Swastika sebagai kurator, menyelenggarakan Pameran “Berdiam/Bertandang” yang dilaksanakan 20-27 September 2018  di Gedung B Galeri Nasional Indonesia (GNI), Jl. Medan Merdeka Timur No.14, Gambir, Kota Jakarta Pusat.

Katrina Wardhana (Pendiri Yayasan Art For Refugee) mempresentasikan karyanya berjudul “Bertandang”
Photo by GNI

Sebanyak 72 karya lukisan dan fotografi hasil olah artistik 27 seniman akan mengantarkan pengunjung untuk memahami kehidupan refuge.

Pameran yang didukung Galeri Nasional Indonesia–Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kawula Madani Foundation, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR), dan Roshan Learning Center ini adalah sebuah presentasi dari aktivitas seni yang melibatkan beberapa seniman dan para siswa dari sekolah refugee, Roshan Learning Center, di Jakarta.

1. Suasana ruang Pameran BerdiamBertandang
Photo by GNI

Selain menampilkan karya-karya dari para siswa Roshan dan beberapa komunitas refugee, pameran “Berdiam/Bertandang” juga memamerkan karya-karya dua seniman yang menjadi pengajar di Roshan, yaitu Katrina Wardhana dan Chris Bunjamin, serta beberapa seniman Indonesia dan seniman Afghanistan yang sudah cukup lama menghabiskan waktunya di Indonesia. Para seniman tersebut adalah Mella Jaarsma, kelompok sambunghambar, Mes 56, Amin Taasha dan Mumtaz.

2. Suasana ruang Pameran BerdiamBertandang Photo by GNI

Art For Refuge adalah sebuah inisiatif sosial yang dipelopori oleh Katrina Wardhana. “Saya percaya bahwa seni dapat menjadi sebuah media untuk para refugee di Indonesia berbagi kisah dan cerita yang inspiratif,” jelas Katrina dalam keterangan tertulisnya.

3. Suasana ruang Pameran BerdiamBertandang
Photo by GNI

Katrina Wardhana, bersama dengan fotografer Chris Bunjamin aktif berbagi ilmu dan bakat yang mereka miliki dalam kelas seni lukis dan fotografi untuk para siswa Roshan. Pada narasi-narasi yang muncul, gambaran kehidupan para refugee dari berbagai negara yang kemudian bergulat di Jakarta, mencoba merealisasikannya dengan situasi ruang yang baru.

Art for Refuge merupakan inisiatif sosial yang menggabungkan seni dan media digital sebagai platform untuk berbagi banyak cerita menarik tentang pengungsi di Indonesia. (GNI/RN)

Foto : GNI